LPM ALIPI

Lembaga Pers Mahasiswa Aktualita Liputan Pertanian (ALIPI) adalah Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura yang bergerak di bidang jurnalistik

Tak Puas dengan Putusan MKM, KPUM-FP Menggelar Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pilgub FP.

Tak Puas dengan Putusan MKM, KPUM-FP Menggelar Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pilgub FP.

ALIPINEWS-Hari Senin (19/2), Wakil Dekan III mengundang kedua Paslon Gubernur FP, KPUM, DPM 2017, Gubernur FP 2017, dan Wakil Rektor III, Budi Mustiko guna membicarakan masalah sengketa pilgub FP. Sengketa Pilgub Fakultas Pertanian hingga sekarang masih belum selesai. Sidang sengketa tersebut telah dilakukan beberapa waktu lalu oleh MKM dan telah menghasilkan putusan. Pihak dari Paslon 2, Faisol Abrori merasa dirugikan dengan keputusan MKM. "Tuntutan dari paslon 1 tertuju kepada KPUM, tapi kenapa Paslon 2 yang dirugikan" terang Faisol, saat diwawancarai Tim ALIPI. Sedangkan Imam selaku pihak Paslon 1 mengaku kaget dengan undangan musyawarah dari Wakil Dekan III FP.

Musyawarah tersebut berisi penyampaian pendapat dari kedua Paslon, kemudian penyampaian hasil putusan MKM, dan penyampaian permasalahan terkait sengketa Pilgub FP. Imam mengatakan bahwa dari pihak Paslon 1 mengharapkan agar semua pihak menaati keputusan MKM. "Argumen yang saya sampaikan dari sebelum muncul keputusan tahapan-tahapan itu, kami dari Paslon 1 berharap agar semua pihak menjalankan keputusan MKM," tukas Imam. "Maaf sebelumnya, bukan membicarakan kekeluargaan, tetapi juga tentang prosedural yang berlaku." Lanjutnya. Sementara itu, Faisol menerangkan bahwa acara tersebut adalah dari KPUM. "Acara itu memang dari KPUM, hingga meminta bantuan kepada pihak Wakil Dekan III agar mendapat titik temu terkait permasalahan Sengketa Pilgub kemarin," terang Faisol.

Imam menerangkan, ada tiga tahap yang akan dilaksanakan untuk menyelesaikan sengketa. "Pertama, mediasi antar paslon. Jika belum mendapat titik temu, maka dilanjutkan pada tahap kedua. Tahap kedua, mediasi dilakukan bersama DPM. Jika masih tidak ada kesepakatan, selanjutnya DPM mengadakan musyawarah ulang. Ya, bisa dikatakan Musyawarah Luar Biasa." Ungkap Imam.

Wakil Dekan III, Mohammad Farid mengatakan bahwa jika tiga tahap tidak dapat menyelesaikan permasalahan, maka BEM-FP akan dibekukn. Imam dan Faisol juga menuturkan hal yang sama.

Sejauh ini, semua pihak, baik dari pihak Paslon 1, Paslon 2, KPUM bahkan Wakil Dekan III menginginkan permasalahan ini segera selesai. Sehingga aktifitas BEM-FP bisa segera dimulai. (Ind/Muk)

Sidang Sengketa Pilgub FP, MKM Tetapkan Gubernur Aklamasi

ALIPINEWS - Minggu (07/01) pukul 13.00 WIB Mahkamah Konstitusi Mahasiswa (MKM) menggelar sidang sengketa perhitungan suara Pemilihan Umum (PEMILU) Gubernur Fakultas Pertanian di Gedung Laboratorium Sosial, ruang Laboratorium Peradilan. Termohon, yaitu Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Pertanian (KPUM-FP), dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian (DPM-FP) tidak hadir dalam sidang tersebut.v

Avies, Ketua DPM-FP, mengatakan bahwa ketidakhadirannya karena PEMILU tersebut sudah bukan haknya, melainkan tanggungjawab KPUM-FP sebagai penyelenggara PEMILU 2017. Saat diminta keterangan terkait alasan ketidakhadirannya dalam sidang tersebut, KPUM-FP enggan memberikan komentar.

Sidang tersebut memerkarakan dua hal yakni kecurangan dalam surat suara dan adanya indikasi kerjasama antara Tim Sukses (TIMSES) Paslon nomor urut dua dengan DPM-FP dan KPUM-FP. Kecurangan dalam surat suara dibuktikan oleh keterangan Syaiful Bahri, saksi Paslon 1, bahwa 6 surat suara terbagi dalam 2 lipatan dimana pada satu lipatan terdapat tiga surat suara dengan letak lubang coblosan yang sama.

Dugaan adanya indikasi hubungan kerjasama antara DPM-FP, KPUM-FP, dan Timses Paslon 2 yang tidak menguntungkan Paslon 1  diperkuat dengan bukti berupa Printout gambar hasil screenshoot grup WhatsApp tentang adanya grup Timses Kemenangan Paslon 2 dimana Avies (Ketua DPM-FP) dan Wafi (Ketua KPUM-FP) ikut sebagai anggota grup.
Hasil persidangan memutuskan untuk mengabulkan tiga tuntutan dari total tuntutan tujuh poin. Isi ketiga poin tersebut adalah sebagai berikut:
Poin 4:
Bahwa suara hasil perhitungan pasangan calon nomor urut 2 dinyatakan tidak sah karena ditemukan kecurangan dan kerjasama yang sudah direncanakan. Oleh karena itu, kami memohon kepada majelis hakim MKM untuk suara pasangan calon nomor urut 2 adalah tidak sah secara keseluruhan.
Poin 5:
Bahwa pemohon memohon kepada majelis hakim MKM untuk menyatakan suara pasangan calon nomor urut 1 adalah sah secara keseluruhan.
Poin 6:
Bahwa dengan ditemukannya bukti kecurangan dan kerjasama yang dilakukan, pemohon memohon kepada majelis hakim MKM untuk melaksanakan aklamasi yang dilaksanakan oleh KPUM-FP.

Keputusan tersebut juga didasari pada peraturan Persidangan MKM Bab II, pasal 3, ayat 3: pihak termohon yang tidak memenuhi panggilan MKM hingga akhir penggelaran sidang (tiga kali panggilan) dinyatakan gugur dalam persidangan. Setelah tiga poin tuntutan disepakati MKM, selanjutnya, akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang ada. (Ind/And)

Surat Suara Bermasalah, Perhitungan Suara Selesai Sampai Pagi





ALIPINEW- Rabu (27/12) Kemarin berlangsungnya pemungutan suara oleh KPUM dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Fakultas Pertanian. Pemungutan suara dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB, dan dilanjutkan perhitungan suara.

Sebelum proses perhitungan suara, KPUM melakukan pencocokan jumlah suara dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Saat proses perhitungan, terdapat dua lipatan yang masing-masing berisi tiga lembar kertas suara. “Ini jelas ada kecurangan, perhitungan suara tidak boleh dilanjutkan.” Ungkap Bahri, salah satu saksi paslon nomor urut 1. Sementara itu, saksi dari paslon nomor urut 2 dan KPUM berpendapat untuk tetap melanjutkan perhitungan suara.

Hingga larut malam, pukul 22.00 WIB, kedua pihak belum memeroleh kesepakatan. Perselisihan berlanjut hingga suasana sempat memanas dengan saling melempar ejekan dari masing-masing pendukung paslon. Dekan III Fakultas Pertanian, Ahmad Farid, akhirnya turun tangan menengahi konflik keduanya.

Meminimalisir terjadi kerusuhan, KPUM, DPM dan PD III, dan masing-masing Paslon beserta timsesnya mengadakan perundingan di Laboratorium Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian. Perundingan tersebut menghasilkan kesepakatan  untuk tetap melanjutkan perhitungan suara. “ Surat suara yang bermasalah dibuka, kemudian dilanjutkan menghitung suara yang lain. Dan, bila salah satu pihak tidak menerima hasil perhitungan, pihak yang tidak terima dipersilakan menggugat ke Mahkamah Konstitusi Mahasiswa" terang Wafi,  Ketua KPUM, saat bermusyawarah di lokasi TPS.

Kesepakatan belum juga tercapai. Pihak saksi dari Paslon nomor urut 1 mengatakan bahwa lipatan surat suara tersebut adalah bukti konkret adanya kecurangan. “Ini adalah bukti ada kecurangan. Tidak boleh dilanjutkan perhitungan, dan surat suara yang belum dibuka beserta bukti kecurangan, dibawa ke MKM sebagai bukti.” Terang Bahri, saksi dari Paslon nomer urut 1.

Menegang. Kembali tidak ada kesepakatan.  Hingga malam larut, pukul 23.40 WIB, Wakil Dekan III kembali didatangkan dan dilanjutkan perundingan untuk kedua kalinya dengan formasi yang sama. Perundingan diiringi perselisihan antar kedua pendukung. Setelah perundingan selesai, akhirnya perhitungan suara kembali dilanjutkan dan selesai hingga pagi. Perhitungan menghasilkan jumlah total suara untuk Paslon nomor urut 1 sebesar 106 suara dan Paslon nomor Urut 2 sebesar 719 suara. (Ind/Rud/Yun)

Kenalan : Menuju Pilgub Faperta



ALIPINEWS - Fakultas Pertanian (Faperta) punya hajatan Pemilu Raya besok Rabu (27/12). Pemilu tingkat Fakultas, atau sering disebut gubernuran, Faperta memiliki dua Pasangan Calon (Paslon) yaitu nomer urut 1 Ahmad Yusuf dan Imam Muslim, dan Faisol Abrori dengan wakilnya Slamet Sugianto nomer urut 2.

Tuntut Pergantian Wadek 3, Mahasiswa Terobos Rektorat



        ALIPI NEWS- Mahasiswa Fakultas Pertanian, Senin (13/11) mengadakan demo menuntut penggantian Wakil Dekan III. Demo dimulai pukul 07.00 WIB dimana Auditorium sebagai titik kumpulnya. Sebelum melakukan demo, mahasiswa telah menyegel Ruang Kegiatan Belajar (RKB) B. Massa demo, diikuti oleh seluruh Badan Kelengakapan (BK) dan mahasiswa FP, berkumpul di Auditorium dan berlanjut menuju Rektorat. Demo tersebut digelar sebagai bentuk tindak-lanjut hasil musyawarah Badan Kelengkapan FP (11/11) akibat belum adanya titik terang audiensi (9/11) mengenai calon wadek 3 (wakil dekan 3) Akhmad Farid yang dirasa tidak memenuhi standar kualifikasi menurut para mahasiswa.
        BEM-FP dan DPM-FP telah mengadakan musyawarah dengan seluruh BK FP telah menghasilkan tiga sikap yaitu: menolak Wakil Dekan III FP yang baru, mendesak Dekan FP untuk menunjuk ulang Wakil Dekan III dengan melibatkan mahasiswa pertanian, dan mendesak Dekan untuk melakukan perolingan: Wakil Dekan I diroling  menjadi Wakil Dekan III.  Massa demo sempat terlantar hingga berjam-jam sebelum Dekan akhirnya menemui mereka sekitar pukul 11.00 WIB. Menanggapi tuntutan mahasiswa, Slamet Subari selaku Dekan FP mengatakan bahwa demokrasi telah dilakukan melalui rapat senat  Fakultas. Mekanisme demokrasi sudah dilakukan pada jajaran senat dan keputusan itu bukan dari saya" tutur Slamet, menglarifikasi tuntutan mahasiswa.
        Pernyataan tersebut membuat mahasiswa tidak puas, sehingga demonstran semakin memanas. Mahasiswa tetap pada tuntutannya dengan meminta menurunkan Wakil Dekan III atau merolling dengan Wakil Dekan I. Karena suasana yang semakin panas, Rektor pun angkat bicara dan mengadakan rapat terbatas bersama jajaran rektorat dan dekanat untuk membahas perihal tersebut, sehingga rektor meminta waktu selama satu jam untuk memberikan keputusan, dan hasilnya akan disampaikan oleh dekan. “Semua yang terjadi dalam pertemuan ini akan kita bicarakan semuanya termasuk apa yang disampaikan Pak Slamet saya tidak bisa memaksa beliau. Ini harus rapat, saya tidak bisa menyampaikan sekarang terang Rektor UTM.
        Demonstran memberikan waktu untuk rektor dan dekan melakukan rapat terbatas dengan harapan aspirasi yang telah disampaikan digunakan untuk mengambil keputusan. Setelah satu jam menunggu, ternyata masih belum ada kejelasan mengenai hasil rapat. Akhirnya para demonstran melakukan aksi yang lebih nekat dengan menerobos masuk ke dalam rektorat dan mendatangi lantai 6. Mahasiswa tetap menagih janji dekan dan meminta untuk meninjau ulang permintaan figur yang diinginkan. Hingga akhirnya, aksi ini tidak membuahkan hasil  karena pelantikan tetap dilaksanakan pada sore itu. Sehingga keputusan wakil dekan III tetap dijabat oleh Akhmad Farid (Uus/Muk/Mil/Ell).

Mural, Spot Foto Terbaru Bagi Mahasiswa Fakultas Pertanian


ALIPINEWS - Bagi seorang seniman, kreativitas tidak harus dituangkan kedalam selembar kertas atau sebuah kanvas saja namun bisa diluapkan dimana saja. Suatu keindahan tak akan elok tanpa ada goresan seni. Perlu tangan-tangan kreatif untuk merubah suatu hal yang biasa menjadi hal yang spektakuler. Bukan hanya ide semata, melainkan aksi nyata yang seorang seniman lakukan untuk mengetahui bakatnya. Tidak semua seniman mempunyai tempat terentu untuk meluapkan semua kreativitasnya, ada beberapa seniman yang lebih suka meluapkan idenya dijalan, bangunan tua, ditembok maupun ditempat umum lainnya. Karena bagi seniman sebuah ide akan muncul dimanapun mereka berada.

Dihadiri Dahlan Iskan, YS Dapat Apresiasi Banyak Pihak



ALIPINEWS - Hari Sabtu (14/10) UKM FP Penalaran mengadakan seminar nasional dengan tema ” Teknologi Berbasis Energi Terbarukan sebagai Tantangan dan Peluang Pemuda Menuju Pembangunan Berkelanjutan” yang merupakan salah satu kegiatan dalam acara Youth Summit. Bertempat di Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo Madura dan dihadiri oleh hampir 500 peserta dari berbagai Universitas dengan pembicara Prof. Dr.(H.C) Dahlan Iskan, Andreas Sanjaya, Dr. Edi Sukur, M.Eng dan Koko Joni, M.Eng.
Back To Top